Search

Memahami Literasi Keuangan Indonesia

Updated: Jun 1



literasi keuangan indonesia


Definisi Literasi Keuangan

Literasi keuangan merupakan salah satu literasi dasar yang menjadi prioritas lembaga pengawas keuangan Indonesia, menurut World Economic Forum tahun 2015.


Literasi keuangan mengacu pada kemampuan untuk memahami dan menerapkan berbagai konsep dan keterampilan keuangan, seperti manajemen keuangan pribadi, penganggaran, dan investasi. Literasi keuangan sangat penting bagi kaum muda, khususnya masyarakat Indonesia, karena berdampak positif pada situasi keuangan seseorang. Ini juga dapat berdampak pada ekonomi suatu negara dalam skala yang lebih luas.


Peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Indonesia telah menggunakan berbagai metode untuk mengajari kaum mudanya tentang uang secara umum. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia misalnya, mengedukasi masyarakat Indonesia tentang nilai menabung dan berinvestasi pada berbagai jenis item keuangan.


Berdasarkan temuan survei HILDA yang dilakukan pada 2019, orang Indonesia memiliki tingkat literasi keuangan sebesar 38,03 persen, dengan mereka yang berusia 18-25 tahun menjadi yang paling melek finansial (32,1 persen).


otoritas jasa keuangan

Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI)

Literasi keuangan telah menjadi perhatian dunia. Pemberdayaan konsumen melalui literasi keuangan dapat membantu mencegah sistem keuangan runtuh, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif. Presiden Republik Indonesia sebagai bagian dari Trilogi Instrumen Kebijakan mencanangkan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) pada 19 November 2013 dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat (market confidence) dan kesetaraan konsumen dan masyarakat dan industri jasa keuangan (level playing field).


Inisiatif literasi dan edukasi keuangan merupakan kewajiban bersama berbagai pihak lintas kementerian dan lembaga, serta swasta, dan bukan hanya pekerjaan rumah bagi OJK dan industri jasa keuangan. OJK berharap dengan dibentuknya SNLKI ini, kegiatan peningkatan literasi keuangan masyarakat menjadi lebih sistematis, teratur, dan terkoordinasi.


Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia

Dampak Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Literasi Keuangan di Indonesia

Penyebaran literasi keuangan di Indonesia juga didukung oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Berbagai perkembangan di bidang Financial Technology (FinTech), khususnya di bidang aplikasi e-wallet dan mobile banking, seperti OVO, Go-Pay, DANA, Jenius, PayPal, dan Alipay, membantu masyarakat memahami gagasan " masyarakat tanpa uang tunai "dengan menyederhanakan transaksi. Sayangnya, kemajuan teknis di bidang keuangan belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Banyak orang Indonesia yang belum memiliki akses ke dompet elektronik.


Pemahaman yang lebih baik tentang produk keuangan akan mengarah pada peningkatan investasi, tidak hanya pada instrumen terkenal seperti emas dan real estat, tetapi juga pada instrumen pasar modal seperti saham, reksa dana, saham, dan sekuritas lainnya. Masyarakat akan dapat mencapai kebebasan finansial di masa depan berkat tersedianya berbagai instrumen investasi.


aplikasi e-wallet

Generasi Sandwich

Banyak anak muda Indonesia merasa sulit mencapai kemandirian finansial sebagai anggota "generasi sandwich", terutama ketika mereka harus menghidupi orang tua dan anak-anak mereka. Ini tidak akan mudah, tetapi dengan perencanaan keuangan yang cermat, kesulitan akan sedikit lebih mudah dinavigasi. Mulailah menabung untuk biaya sekolah anak-anak Anda sesegera mungkin, pantau hutang Anda, tetapkan target keuangan dan periksa secara berkala, simpan untuk masa pensiun, diskusikan perencanaan keuangan dengan orang tua dan pakar keuangan Anda, dan ajari anak-anak Anda tentang nilai pengelolaan uang.


generasi sandwich

Literasi keuangan adalah konsep penting yang harus dipahami setiap orang, termasuk anak muda Indonesia, untuk membuat keputusan keuangan terbaik. Kaum muda memiliki potensi yang sangat besar sebagai penggerak ekonomi, dengan kemampuan untuk menentukan nasib bangsanya.


Komen di bawah bila Anda merasa menjadi bagian dari 32,1% orang Indonesia yang cukup melek finansial!


19 views0 comments